Persahabatan

Suatu aku melihat keluar jendela bus, aku melihat suatu pemandangan yang membuatku terkesima dan hendak memberhentikan bus ini, tapi hal itu susah juga. Saat itu aku hendak pulang ke singgahan sementara di Penang, Malaysia.

Pemandangan ini membayangiku terus, kemudian aku putuskan untuk datang lagi minggu depan, ke tempat ini pada jam yang sama, yah jam 12 siang hari dimana terik matahari menemani kulit-kulitku.

Penantianku selama sejam, hampir membuatku putus asa, aku hanya duduk di emperan pusat perbelanjaan, ditemani para penarik becak (Trishaw), dan sesaat aku hendak memutuskan pulang, akhirnya aku bertemu dengan mereka lagi, yah 2 manusia yang membuatku terkesima dan membayangkannya selama seminggu. Yah aku tahu ini pasti bukan minggu lalu saja mereka berjalan berdua seperti itu, tapi pasti sudah kegiatan rutin mereka. Karena mereka sama-sama menjual makanan2 kecil, mereka pasti melakukannya di pagi hari, dan siang hari mereka selesai berdagang.

Aku terkesan dengan persahabatan yang terjalin akan keduanya, dan betapa hebat kasih yang diberikan seorang teman kepada temannya yang cacat, bagi yang lumpuh, mungkin dia akan kesusahan setiap hari untuk pergi ke tempat menjajakan danganganya, tapi aku tahu pun dia tidak menyerah akan keadaanya, tapi juga temannya, sangat mulia usahanya, mungkin kalau dia mau, dia bisa saja pergi sendirian ke tempat itu dan pulang dengan lebih santai dan cepat, tapi dia menunjukkan sesuatu yang besar, yang bisa membuka mata hati beberapa orang yang melihatnya, termasuk mata hatiku sendiri. Dia menemani dan membantu temannya yang cacat untuk pergi berduaan, mengayuh sepeda (becak) yg dibuat untuk berdagang sambil beriringan dengan si cacat.

Tali persahabatan yang terjalin antar keduanya cukup membuatku untuk mengerti arti persahabatan yang lebih dalam lagi, seorang sahabat mau mengorbankan hidupnya untuk sahabatnya.

Para sahabatku, terima kasih menjadi sahabatku selama ini, maafkan aku yang belum bisa mengartikan benar arti persahabatan, mungkin aku hanya mau bersahabat jika orang tersebut memberikan keuntungan buatku, jika aku ingin sesuatu darinya, jika aku ingin memanfaatkannya, atau karena kedudukannya, karena popularitasnya, hanya bersahabat kepada orang yang terus menerus mendukung pendapatku.

Tapi seorang sahabat akan berani menegur, berani memarahi, berani membentak jika kita salah, membuat kita terbangun dari perbuatan kita yang salah, dan teguran itu memang akan membuat kita berpikir singkat dia bukan seorang sahabat, tapi setelah kita berpikir lebih jauh, kita akan mengetahui teguran itu hanya bisa dilakukan oleh seorang yang sayang dan perhatian dengan kita, yah seorang sahabat.

seorang sahabat tidak akan menanyakan kita perlu bantuan atau tidak, tapi ia akan hadir disaat kita butuh bantuan, dia akan datang tanpa di minta.

Recent Entries

2 Responses to “Persahabatan”

  1. Eru Reed Says:

    Yep,
    Sahabat adalah mereka yang mendefinisikan siapa saya sekarang :)

    nice photo, nice writing :)

  2. ~tanty~ Says:

    Just found out your blog and I’m very impressed with your writings and photos. This posting is very touching. Membuat hatiku mengharu biru.
    Thanks.

Leave a Reply