Kehidupan
Kehidupan
Dari kejauhan,
Sepasang mata memburu tajam,
Melihat gerakan seokor anak burung,
anak burung yang masih lemah tak berdaya,
kakinya baru bisa menapak, baru menghirup kehidupan.
Kedua induk anak burung ini,
menjaganya, pastilah perasaan mereka senang sekali,
melihat anaknya baru lahir dan sehat,
dan anak itu berkata, dunia aku hadir.
Beberapa detik kemudian,
Sepasang cengkraman, menghampiri tubuh si anak,
Si anak burung terbang melayang, jauh di udara
Mendarat ditempat yang penuh dengan paruh yg siap menyantapnya.
Tubuhnya hancur, berdarah-darah,
menjadi santapan anak elang,
nyawanya melayang, kematian menjemputnya
seakan dia berkata, selamat tinggal dunia
Seakan aku tidak percaya apa yg kulihat,
suatu kehidupan baru dimulai
suatu kematian pun datang
untuk meniti suatu kehidupan lain yg baru lagi.
Ah hidup, aku tidak mengerti,
kenapa anak burung yg baru lahir itu harus mati,
tapi ia mati untuk suatu kehidupan lain,
Tanpa ia mampu menolaknya dan meminta untuk menolaknya.
Ada tertulis seorang sahabat sejati,
adalah orang yang mau mengurbankan nyawanya untuk sesamanya,
tapi apakah anak burung itu punya pilihan?
Apakah benar ia mau berkurban?
aku tidak mengerti, dan tidak akan mengerti,
Tentang pengorbanan Engkau,
Disaat Engkau meminta cawan itu lewat darimu,
Tapi Engkau tetap taat,
Rela mengorbankan NyawaMu untuk hidup kami.